Ada seseorang yang sangat aku kagumi. Bukan hanya sekadar rasa kagum — tapi juga perasaan yang begitu dalam hingga membuatku gelisah setiap kali memikirkannya. Orang itu adalah guruku, Misaki-sensei.
Suatu malam, aku memberanikan diri untuk datang ke rumahnya. Dengan hati berdebar, aku ingin lebih mengenal dirinya dan memahami perasaan yang selama ini kusimpan. Namun, pertemuan itu bukan tentang hal yang romantis semata, melainkan tentang keberanian menghadapi perasaan sendiri, serta bagaimana seseorang belajar membedakan antara rasa hormat, kasih sayang, dan cinta yang sesungguhnya.





